Mewujudkan lulusan Program Studi Budidaya Tanaman Perkebunan (BTP) DIII yang profesional dan berkarakter, sehingga unggul dan diakui secara internasional dalam bidang perkebunan, serta inovatif,
Mewujudkan lulusan Program Studi Budidaya Tanaman Perkebunan (BTP) DIII yang profesional dan berkarakter, sehingga unggul dan diakui secara internasional dalam bidang perkebunan, serta inovatif, dan mampu mengelola teknis budidaya tanaman perkebunan dengan keterampilan teknis yang mumpuni, kemampuan untuk beradaptasi dan berinovasi, serta berjiwa kepemimpinan.
Struktur organisasi Program Studi Budidaya Tanaman Perkebunan (BTP) DIII didesain untuk optimalisasi fungsinya. Posisi kepemimpinan dijabat oleh Ketua Program Studi (Kaprodi), yang memimpin pelaksanaan proses pembelajaran, mengawasi kegiatan akademik dosen, dan merumuskan langkah-langkah operasional guna meningkatkan keunggulan Prodi. Kaprodi memiliki wewenang penuh dalam pengembangan aspek akademik, didukung oleh sumber daya yang memadai. Kolaboratif, Kaprodi bermitra dengan Sekretaris Program Studi (Sekprodi), yang memfokuskan tanggung jawabnya pada bidang kemahasiswaan dan keuangan, sementara Kaprodi memimpin dalam aspek akademik dan kerja sama.
Pembelajaran yang diadopsi oleh program studi Budidaya Tanaman Perkebunan (BTP) terdiri dari 60 % SKS praktik (Praktikum, kunjungan lapangan maupun magang), dan 40 % SKS pembelajaran teori. Kurikulum yang digunakan Program Studi telah disusun bersama dengan mitra dunia industri perkebunan sehingga learning outcome telah sesuai dengan kebutuhan dunia industri. Pengembangan bidang soft skill yang mendukung hard skill akan mengikuti perkembangan teknologi informasi yang dibutuhkan dalam dunia industri. Hal ini dapat dilihat dari program-program yang disusun seperti pembelajaran e-learning, dan dibukanya pilihan program Medeka Belajar Kampus Merdeka untuk dapat mendapatkan pengalaman belajar langsung dari dunia industri, selain itu program studi melalui bidang kerjasama telah memiliki program partnership (kerjasama) antara industri perkebunan kelapa sawit maupun perkebunan komoditi lainnya baik perusahaan BUMN dan Swasta untuk menjadi lokasi Magang Industri bagi mahasiswa. (Silahkan Download Panduan MBKM Program Studi).
Selain Kaprodi dan Sekprodi, dalam struktur organisasi prodi terdapat enam Kepala/Pengelola Laboratorium yang bertanggung jawab terhadap manajemen seluruh kegiatan laboratorium. Untuk pelaksanaan praktikum, Kepala Laboratorium berkoordinasi dengan Koordinator Praktikum, sementara Kepala Laboratorium Budidaya Tanaman Perkebunan juga menjabat sebagai koordinator penelitian. Tugas Koordinator penelitian mencakup identifikasi tema penelitian dosen, pengaturan mahasiswa peneliti, penentuan pembimbing, risk assessment, koordinasi dengan kepala laboratorium, dan pengelolaan seminar hasil penelitian.
Dalam kegiatan kerja praktik mahasiswa, Koordinator Kerja Praktek atau CDC (Caracter Development Center) Pengelola Magang/PKL bertanggung jawab untuk mengorganisir mahasiswa BTP DIII yang akan melakukan kerja praktik di industri. Mereka berkoordinasi dengan admin Prodi BTP DIII, menentukan dosen pembimbing dan penguji, serta mengkoordinasikan pelaksanaan seminar hasil kerja praktik mahasiswa.
Koordinator tugas akhir dilakukan oleh Kaprodi dan Sekprodi dengan bantuan admin Prodi. Tugasnya melibatkan pengaturan mahasiswa BTP DIII yang akan mengerjakan tugas akhir, menetapkan pembimbing dan penguji tugas akhir, serta mengkoordinasikan ujian TA. Mahasiswa juga diwajibkan melaksanakan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM).
Selain tanggung jawab individu koordinator, prodi membentuk tim pendukung, termasuk penanggung jawab keilmuan, tim pengelola jurnal, dan pembimbing kelompok studi. Prodi BTP DIII berfungsi melalui struktur organisasi untuk mencapai visi, misi, dan tujuannya.
Kurikulum Program Studi Budidaya Tanaman Perkebunan (BTP) memiliki 60% SKS praktik (Praktikum, kunjungan lapangan, magang) dan 40% SKS pembelajaran teori. Kurikulum disusun bersama mitra industri perkebunan, memastikan learning outcome sesuai dengan kebutuhan industri. Pengembangan soft skill mendukung hard skill sesuai dengan perkembangan teknologi informasi, termasuk pembelajaran e-learning dan program Medeka Belajar Kampus Merdeka yang memungkinkan pengalaman belajar langsung dari industri. Program studi juga memiliki kerjasama dengan industri perkebunan, baik BUMN maupun Swasta, untuk lokasi magang industri mahasiswa. (Silakan unduh Panduan MBKM Program Studi).
Renstra Prodi BTP DIII tahun 2024-2028 menetapkan Program Educational Objectives (PEO), Profil Lulusan (PL), dan Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL) untuk Program Studi Budidaya Tanaman Perkebunan Diploma III. Berikut adalah informasi yang telah diberikan: